Temukan Inti Kehidupan banner for Bagian 1

(1) Temukan Inti Kehidupan: Bab 1–8

#5 Dorongan Kehidupan

Paul J. Bucknell

Sederhana itu yang terbaik! Berulang kali telah terbukti bahwa yang paling sederhana adalah yang terbaik. Ini juga berlaku untuk pelatihan dalam pertumbuhan rohani!

Allah telah menanamkan kebenaran tentang kehidupan yang paling penting melalui prinsip-prinsip yang mudah dilihat dalam ciptaan. Inilah alasan Yesus dapat menggunakan perumpamaan-perumpamaan sederhana dari ciptaan untuk menggambarkan kebenaran-kebenaran rohani yang sebaliknya tidak jelas. Ciptaan, misalnya, memberikan gambaran yang sangat jelas tentang pertumbuhan rohani. Meskipun kehidupan rohani sulit digambarkan karena sifatnya yang rohani, kita mengetahui banyak hal tentang awal dan perkembangannya.

Pikirkan sejenak bagaimana kehidupan berlangsung. Pernahkah Anda melihat orang tua bangun pagi-pagi setiap hari, bergegas ke samping anaknya, lalu berkata, “Tumbuh, tumbuh, tumbuh!”? Tentu saja tidak. Bukan karena kita tidak ingin anak-anak bertumbuh. Setiap orang tua justru akan khawatir jika anaknya tidak bertumbuh dengan baik. Kita tidak melakukan itu karena kita tahu pertumbuhan berlangsung secara alami, tanpa harus dipaksa atau terus-menerus dikhawatirkan. Pertumbuhan adalah bagian dari kehidupan. Kehidupan memiliki dorongan alami untuk bertumbuh dan berkembang.

Hal yang sama berlaku dengan kehidupan rohani. Begitu hadir, orang dapat dengan mudah melihat tekadnya yang mandiri untuk bertumbuh. Tidak perlu ada orang yang datang dan berkata kepada orang Kristen, “Tumbuh, tumbuh, tumbuh!” Ini tidak akan membantu orang percaya untuk bertumbuh, tetapi pasti bisa membingungkan mereka.

Kehadiran kehidupan

Roh Allah terhubung dengan gambaran-gambaran kehidupan ini karena Roh adalah kehidupan. “Roh menghidupkan” (2 Korintus 3:6). Kehidupan rohani muncul dalam diri orang percaya ketika Roh Kudus memulai kehidupan baru itu (Roma 5:5). Begitu Roh Kudus datang berdiam di dalam orang percaya, ia ditempatkan pada jalur perkembangan dan ekspresi. Sama seperti pertumbuhan fisik, tujuannya bukan penegasan atas keberadaannya, tetapi perkembangan menuju kedewasaan.

Ketika orang percaya menyadari hal ini, ketakutan tentang pertumbuhan rohani dapat ditinggalkan. Kehadiran Roh Kudus di dalam diri mereka meyakinkan bahwa kuasa untuk membawa kehidupan rohani menuju kedewasaan sudah tersedia dalam kepenuhan-Nya. Daripada terus khawatir apakah mereka dapat bertumbuh karena kegagalan masa lalu atau kegagalan yang masih terjadi, mereka dapat bersukacita karena Allah memang bertujuan menumbuhkan mereka dan akan menunjukkan cara-Nya untuk menggenapi tujuan itu.

Iman menggantikan kekhawatiran. Pengharapan menggantikan kebingungan arah. Sukacita muncul ketika kita kembali memandang karya Allah yang Ia mulai dalam hidup kita sejak kita diselamatkan. Di sinilah pembaruan dimulai—pada awal iman kita. Ini berlaku bukan hanya bagi setiap orang percaya, tetapi juga bagi mereka yang melatih umat Allah. Para pengajar pun perlu mengakui kuasa adikodrati Allah dan mencari karya-Nya di dalam orang percaya.

Apa yang Allah telah mulai, Ia akan meneruskannya. Jika Ia telah memberi kita kehidupan baru, maka kehidupan itu dimaksudkan untuk bertumbuh dan berkembang selama waktu kita di bumi. “Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus” (Filipi 1:6).

Wawasan tentang kehidupan rohani

Kita harus menarik beberapa kesimpulan sederhana tetapi kuat dari hal ini. Beberapa orang bertanya-tanya mengapa orang percaya sering tidak bertumbuh secara rohani. Masalah dengan pertumbuhan rohani biasanya bukan kualitasnya. Sama seperti dalam kehidupan fisik, kita hidup atau tidak. Seseorang tidak pernah berkata, “Saya kurang hidup,” meskipun masalah kesehatan tentu bisa memengaruhi kualitas hidupnya.

Ketika seseorang telah benar-benar dilahirkan kembali, kehidupan rohaninya hadir, penuh potensi, dan siap untuk bertumbuh.

Kehidupan rohani memiliki sumber yang sama bagi semua orang percaya. Kita hanya perlu memastikan bahwa kehidupan itu hadir, dan kemudian kita harus memiliki keyakinan bahwa kehidupan itu akan mencari perkembangannya yang penuh, selangkah demi selangkah. Tidak ada kualitas atau tingkatan kehidupan rohani yang berbeda. Kita tidak boleh menyimpulkan bahwa pendeta memiliki kualitas kehidupan rohani yang pada dasarnya lebih baik daripada kita.

Orang-orang Kristen mungkin bertumbuh dengan kecepatan yang berbeda, tetapi ini bukan karena kuasa atau sumber kehidupannya. Ada alasan-alasan lain untuk hal ini.

Pelajaran

  • Orang percaya tidak perlu 'memaksa' diri untuk bertumbuh seolah-olah pertumbuhan rohani itu tidak wajar. Hidup rohani yang sejati secara alami bergerak untuk bertumbuh dan berkembang dalam setiap orang percaya yang sungguh-sungguh dilahirkan kembali.
  • Tidak ada tingkatan atau kualitas hidup dari Allah yang berbeda-beda; Allah berdiam di dalam setiap orang percaya dengan kehidupan yang sama.
  • Pembaruan dimulai ketika hati kita mengekspresikan penghargaan kepada Allah atas keinginan-Nya untuk hidup,

bertumbuh, dan bekerja di dalam dan melalui kehidupan fisik dan rohani kita.

Hafalkan dan Renungkan

Filipi 1:6

2 Korintus 3:6

Penerapan

  • Hanya orang percaya sejati yang dilahirkan kembali (sama dengan “dilahirkan dari atas”). Apakah Anda yakin Anda dilahirkan kembali, yaitu mengenal Allah melalui pengampunan dosa yang ditemukan dalam kematian Yesus Kristus di kayu salib? Jelaskan.
  • Gambarlah sebuah titik. Kemudian tuliskan tanggal dan waktu, seingat Anda, kapan Anda menjadi orang percaya. Inilah saat kehidupan rohani dimulai di dalam diri Anda. Kemudian bentuklah sebuah garis sinar dengan menggambar panah ke kanan. Panah ini menandakan pertumbuhan yang secara khusus Allah rencanakan untuk diwujudkan dalam kehidupan Anda.
  • Bacalah Efesus 1:13-14. Perhatikan bagaimana Roh Kudus berdiam di dalam setiap orang percaya yang sejati. Ucapkan syukur kepada Tuhan atas karya-Nya di dalam Anda.